Milik Siapa Ciuman Itu ?

October 14, 2009

Hari ini saya bangun tepat jam 5 pagi, sebuah sms yang membangunkan saya dan mengingatkan agar saya sholat subuh. Pagi ini memang sedikit berbeda sari pagi-pagi sebelumnya, udara lebih dingin dan cuaca agak mendung. Meskipun begitu saya tetap keluar kamar dan menjalankan aktivitas rutin pagi hari.
Sekitar jam 6 saya keluar kost untuk mencari sarapan pagi, biasanya dikota ini banyak tersedian menu sarapan pagi seperti nasi uduk, lontong, bubur, mie, dan tidak ketinggalan kue dan tempe goreng. Tapi sayang…penjual nasi yang biasa mangkal dekat kost saya tidak berjualan hari ini.
Akhirnya saya berjalan agak jauh sedikit, disamping masjid ada seorang ibu tua yang berjulan sarapan pagi.

” Masih ada nasinya bu ? ” tanya saya
” Tinggal sedikit om, tunggu ya ” wuih…saya dipanggil Om sama si ibu :p
” Berapa sebungkus bu ? “
” 2000″ jawab si ibu

Setelah selesai saya bergegas pulang ke kost, di perjalanan saya melihat seorang laki-laki penjual tempe keliling, sepertinya dia sedang sibuk menata tumpukan tempe dan meletakkannya di atas sepeda. Tiba-tiba dari dalam rumahnya keluar seorang anak perempuan kecil berseragam sekolah dasar dan berdiri dihadapan laki-laki itu dan memandang laki-laki itu dengan senyuman manisnya, lalu dia menunjukkan jari telunjukkan kearah pipin dan hidungnya sendiri. Laki-laki itu ikut tersenyum dan menghentikan kegiatannya menata tempe, lalu dia mendekati anak kecil itu , dengan membungkukkan badannya dia mencium dengan lembut dan penuh kasih sayang kedua pipi dan hidung anak kecil itu, lalu menyalaminya.
Hemm…pemandangan yang mengharukan…sebenarnya ini hal yang lumrah dan sebelumnya saya juga pernah melihat hal yang beginian, tapi kali ini rasanya beda … dan timbul satu pertanyaan dihati saya, sebenarnya milik siapa ciuman itu ? ….


Sebuah Tulisan Sebuah Cerita

August 14, 2009

Nguiiiiiiiiiiiiiiiinggggg…..Nguiiiiiiiiiiiiiiiinggggg….. 2x suara sirene yang mengaung dari corong Toa-toa kator PJKA Kota Lahat bertanda jam menunjukkan pukul 07.00. Sumpah males banget bangun dari tempat tidur …. tapi rasa males berubah menjadi rasa semangat karena ingat hari ini ada pawai pramuka yang bakal lewat depan kantor.

Kenapa saya begitu semangat melihat pawai pramuka ??

Masa sekolah saya di SD-SMA banyak diisi dengan kegiatan pramuka, karena di pramuka saya banyak dapet sahabat dari luar sekolah. Di pramuka saya memahami arti mencintai alam, kerjasama, tolong menolong, sopan santun, disiplin dan kemandirian. Di pramuka juga saya belajar bertahan hidup dengan kondisi darurat, banyak deh pelajaran yang bisa dipetik dari pramuka. seperti yang tertuang dalam Dasa Darma Pramuka ini :

Dasadarma Pramuka
Pramuka itu :
1.Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
2.Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia
3.Patriot yang sopan dan kesatria
4.Patuh dan suka berMusyawarah
5.Rela menolong dan tabah
6.Rajin, terampil, dan gembira
7.Hemat, cermat, dan bersahaja
8.Disiplin, berani, dan setia
9.Bertanggungjawab dan dapat dipercaya
10.Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan

Ada satu tambahan lagi yang saya dan temen buat sendiri sebagai bahan bercanda aja, yaitu “Mata Jeli Tangan Terampil” karena saat heking ( mencari jejak) terkadang kami lewat perkebunan buah dan harap maklum karena masih kecil dan nakal saya dan teman-teman terkadang mengambil buah tersebut tanpa permisi sama pemiliknya. Yang ini jangan ditiru…naluriah aja ;p

Nah…makanya saya segera bangun dari tempat tidur karena kangen pengen lihat anak-anak pramuka lewat biar bisa nostalgia dikit lah :)


Kopi Pendek dan Kopi Penuh

April 15, 2009

Kota lahat baru saja diguyur hujan dari pukul 17.30 tadi, saya pun pulang dari tempat kerja dalam keadaan basah karena kehujanan di jalan. Selesai mandi dan sholat tiba-tiba aliran listrik padam, dan ini sudah untuk ke-4 kalinya dalam 1 hari ini…ter..la…lu…*logat bang rhoma*.
Akhirnya saya memutuskan keluar rumah untuk menghilangkan rasa penat dan suntuk seharian ini. Saya berjalan menyusuri trotoar di pinggir pertokoan pasar baru, kedua tangan saya masukkan kedalam saku jaket untuk mengurangi hawa dingin dari tiupan angin selepas hujan tadi.
Mata saya tertuju pada sekelompok orang yang sedang ngobrol sambil tertawa lepas disebuah tenda kecil dengan gerobak makanan dan minuman disampingnya, beberapa becak dan motor terlihat parkir disitu, saya tertarik dan mampir di tenda makanan itu. Ada 5 sampai 7 orang yang ada disitu, tanpa menghiraukan kedatangan saya mereka terus bercerita dan tertawa. Disudut meja panjang masih tersisa 1 kursi dan saya duduk disana. Lalu seorang laki-laki tua bertopi menghampiri saya dan bertanya :

Bapak : ” Mau makan apa dek ? silahkan ambil sendiri “
Saya : ” Iya pak makasih ”

Lalu saya berdiri dan menghampiri setumpuk makanan kecil diatas gerobak itu, sambil memegang piring kecil berisi cuka saya mengambil pempek, tahu goreng, bakwan, dan martabak kecil lalu kembali ketempat duduk saya. Si bapak yang ternyata pemilik tenda gerobak ini menghampiri saya lagi dan bertanya :

Bapak : ” Minum apa dek ? “
Saya : ” Kopi aja pak “
Bapak : ” Kopi Pendek apa Kopi Penuh ? ” tanya si bapak
Saya : ” Apa bedanya pak ? ” tanya saya kebingungan

Beberapa orang laki-laki yang berada disitu serentak melihat kearah saya dengan pandangan heran, ada yang tertawa malah, lalu diantara mereka ngomong kepada saya :

Bapak : ” Oi dek, ga’ pernah makan disini ya “
Saya : ” iya pak, baru sekali ini “
Bapak : ” Gini dek, kalau banyak duit beli Kopi Penuh, kalau duit pas-pas’an beli Kopi Pendek aja “
Saya : ” Ya udah, saya pesen kopi pendek aja pak… ”

Tidak lama kemudian saya disodorkan segelas Kopi Panas dengan asap yang mengepul, dari aromanya saya tahu kalau kopi ini tidak murni alias dicampur dengan biji beras atau jagung.

Bapak : ” Ini dek kopi pendeknya “
Saya : ” makasih pak “

Saya perhatikan gelas kopi saya, ukuran gelasnya normal tapi isinya cuma setengah gelas… sayapun paham yang disebut kopi pendek adalah setengah gelas, sedangkan kopi penuh adalah 1 gelas penuh ….*sambil manggut-manggut*

Cukup lama saya berada ditenda ini, sambil menghirup kopi saya memperhatikan sekeliling , rata-rata pengunjungnya adalah penarik becak, buruh harian dan tukang ojek. Jujur perasaan saya malam ini campur aduk… antara bahagia, pilu dan bersyukur menggelayuti hati dan pikiran saya…. bahagia saya melihat mereka bisa tertawa dan bercanda, pilu melihat wajah-wajah hitam berkerut, tangan-tangan kasar, dan sendal jepit dengan kaki yang pecah-pecah, bersyukur karena saat ini saya masih bisa bersama mereka dalam keadaan yang sedikit lebih baik dari mereka… bersyukur karena mereka masih diberi kekuatan untuk bisa melalui kerasnya kehidupan….
Hidup ini Keras jika kita Lemah…tapi hidup akan mudah dilalui jika kita kuat …
Dengan uang 3500 rupiah malam saya bisa mengisi perut dan mendapat pelajaran berharga dari mereka yang tertawa dalam hati yang menangis ….


Gurindam keenam Raja Ali Haji

January 26, 2009

Pagi tadi saya duduk termenung sendiri di teras kamar, secangkir kopi telah berkurang setengahnya. 7 tahun lalu saya datang ke kota ini bersama 2 sahabat saya, dan saat ini saya sedang merindukan mereka untuk bertemu dan bercerita. Hanya 2 tahun kami bisa bersama di kota ini, dan kemudian berpisah untuk mencari kehidupan baru dan jati diri masing-masing. Sedang apa kalian saat ini sahabat…..

Perlahan saya memtik gitar yang ada dipangkuan…sejenak terdiam dan saya lantunkan sebuah lagu untuk sahabat… (ini lagunya audy)

Biarkan saja kekasihmu pergi
teruskan saja mimpi yang tertunda
kita temukan tempat yang layak
sahabatku

kupercayakan langkah bersamamu
tak kuragukan berbagi denganmu
kita temukan tempat yang layak
sahabatku

kita mencari jati diri
teman lautan mimpi

aku bernyanyi untuk sahabat
aku berbagi untuk sahabat
kita bisa jika bersama

kita berbagi untuk sahabat
kita bernyanyi untuk sahabat
kita bisa jika bersama

tiba waktunya
kita untuk berbagi
untuk saling memberi

Buat saya sahabat adalah obat…seperti yang diungkapkan Raja Ali Haji dalam Gurindam keenamnya…

Cahari olehmu akan sahabat,
yang boleh dijadikan obat
Cahari olehmu akan kawan,
pilih segala orang yang setiawan

Untuk semua sahabat blog… saya bernyanyi sekali lagi untuk kalian semua ……


Aku berikan Pundakku…

January 20, 2009

Langit kota palembang sore itu berawan, Jembatan Ampera sebagai Permata Musi terbentang gagah menopang lajunya ribuan kendaraan yang tanpa henti menggilas tubuhnya. Didalam mobil travel duduk disamping saya seorang ibu-ibu yang mengenakan kerudung, mungkin usianya sekitar 58 th. Dari raut wajahnya jelas ia terlihat lelah.
Pukul 18.21 mobil travel berhenti di Stasiun pengisisian BBM, sayup-sayup terdengar suara adzan berkumandang, saya mengambil sebotol air minum dan menegguknya 3x…Alhamdulillah… lalu ibu disebelah saya berkata

Ibu : Puasa ya dek ?
Saya : Alhamdulillah iya bu
Ibu :Kalau dalam perjalanan jauh, puasa tidak diwajibkan
Saya : Perjalanan ini tidak berat kok bu, silahkan rotinya bu… jawab saya sambil menawarkan sebungkus roti kepadanya.
Ibu : Iya terimakasih jawab si ibu sambil tersenyum

Perjalanan tinggal 3 jam lagi, bosan rasanya saya di dalam travel ini, berkali-kali saya mencoba memejamkan mata berkali-kali juga saya gagal untuk terlelap. Sementara ibu disebelah saya terlihat mulai mengantuk, kepalanya turun naik, miring kanan miring kiri dan tiba-tiba ” Plukk…” kepalanya mendarat dan tersandar di pundak saya. Saya dalam keadaan terdesak dan bingung, lewat 15 menit si ibu ga sadar-sadar juga kalau kepalanya numpang, semakin lama pundak saya terasa pegal, apalagi jika mobil sedang menikung kearah kiri beban tubuh si ibu yang cukup gemuk semakin membuat saya terhimpit. Tidak terasa sudah 1 jam, dan kepala si ibu tidak beranjak dari pundak saya, malah si ibu tampak tambah nyaman dan lelap “Oohhh…”

Namun saat itu juga saya tersadar dan berucap ” Astagfirullah….” saya jadi teringat Ibu dirumah . Ibu mengandung saya sejak usia sepersekian detik hingga 9 bulan dalam perutnya, selama itu juga ibu saya merasakan pegal, mual, mules, berjuang antara hidup dan mati, tapi toh ia berhasil melahirkan dan membesarkan saya bersama saudara-saudara saya yang lain. Lalu kenapa hanya menopang kepala seorang ibu di pundak dalam waktu 1 jam saya tidak bisa dan mengeluh ? Akhirnya saya mebiarkan kepala si ibu bersandar di pundak saya, sampai si ibu tersadar dan melhat jam di HP nya, pukul 21.30… yah 2 jam setengah dia tertidur di pundak saya…