Hikmah Datangnya Malam dan Hujan

September 19, 2008

Sahabat…. ada beberapa umat manusia yang kurang bisa mensyukuri apa yang sudah Allah berikan dan turunkan. Kemudian ada juga beberapa umat yang tidak bisa mengambil hikmah dari sebuah kejadian yang bersifat alami dan duniawi. Tetapi banyak juga umat yang bisa mensyukuri dan mengambil hikmah dari kejadian alam tersebut. Saya mencoba untuk mengambil hikmah dari beberapa kejadian alam untuk memotivasi diri saya sendiri, mudah-mudahan juga ini bisa memotivasi sahabat-sahabat juga.

1. Malam “Malam yang gelap akan memberikan kita Pagi yang terang dan sejuk”
Tidak selamanya kehidupan itu selalu terang. Saat kita sedang asyik bekerja tanpa terasa malam pun tiba, bagi sebagian orang dengan tipe pekerja keras dan berjuang untuk hidup, mungkin mejadikan malam sebagai sebuah kejadian yang menyebalkan, merekapun berkata ” Waduh…perkejaan belum selesai, mana dikejar oleh deadline,bisa-bisa dimarah bos ” . Bagi penjual koran mereka juga berkata ” Gimana nih…koran saya ga’ laku lagi, udah malem sih ” dan masih banyak lagi ucapan-ucapan yang mengutuk datangnya malam. Banyak hal yang bisa kita ambil hikmah dari datangnya malam, dan sebenarnya banyak kejadian-kejadian yang mulia yang datangnya di malam hari jika kita mengetahui, seperti dalam firman Allah Dalam QS. Al Hadiid ayat 6 :

Datangnya malam meberikan kesempatan kepada kita untuk mengistirahatkan jiwa dan raga kita, Allah berfirman dalam QS. Al qashash ayat 73 :

Datangnya malam membukakan mata kita bahwa ada keindahan diatas langit sana, lihatlah cahaya bulan, indahnya kedipan bintang gemintang. Allah juga berfirman dalam QS. Al Hijr ayat 16 :

Datangnya malam juga memberikan kesempatan kepada manusia untuk memohon ampunan kepada Allah, Dalam QS. Al Muzzammil ayat 2, Allah berfirman :

Dalam QS. Al Israa’ 78-79 , Allah juga berfirman :

Datangnya malam kemulian dari seribu malam
Dalam QS. Al Qadr ayat 1-5, Allah berfirman :

2. Hujan “Hujan yang turun untuk memberikan pelangi indah kepada kita”
Tidak selamanya kehidupan itu sulit. Hujan juga menjadi bagian kejadian alam yang diberikan Allah, Hujan yang turun untuk menunjukkan beberapa kekuasaan Allah, diataranya adalah munculnya pelangi yang indah. Hujan juga bisa menimbulkan kebaikan dan kehancuran. Tetapi sesungguhnya Hujan selalu mendatangkan hal yang baik, jika menimbulkan hal yang tidak baik seperti banjir, itu adalah buah dari perbuatan manusia itu sendiri dan sebagai peringatan kepada kaum yang dzalim.

Hujan membawa berkah
Dalam QS. Al Baqarah ayat 22, Allah berfirman :

Hujan mensucikan dan menguatkan
Dalam QS. Al Anfaal ayat 11 Allah berfirman:

Hujan sebagai peringatan
Dalam QS. Asy Syu’araa’ ayat 173 Allah berfirman :

Wallahu a’lam bish showab, mohon maaf jika ada kesalahan, semoga bermanfaat untuk kita semua , Amin ya rabbal alamin


Siapa Body Guard Terhebat ??

September 17, 2008

Suatu malam saya tidak bisa tidur, segala usaha saya lakukan supaya bisa tertidur.Udara dingin yang timbul karena guyuran hujan belum bisa memaksa mata saya untuk terpejam lelap. Akhirnya saya memutuskan untuk menonton TV. Disalah satu chanel TV swasta ternyata sedang menayangkan film mandarin yang judulnya “Body Guard From Beijing” entah sudah berapa kali film ini ditayangkan dan sudah berapa kali saya menontonnya. Tetapi saya tidak mengerti apa yang membuat saya merasa tidak bosan untuk menonton film yang dibintangi oleh Jet Lee ini. Di film ini mengisahkan seorang body guard yang disewa untuk melindungi seorang wanita dari ancaman dalam bentuk apapun, berbagai cara dilakukan untuk mebuat sang wanita tetap aman meskipun akhirnya menimbulkan kebencian dihati wanita tersebut karena ia merasa tidak bebas dan selalu di awasi. Sang Body Guard tidak perduli dengan kebencian wanita itu, ia bersikukuh untuk tetap menjalankan tugas sesuai dengan amanat orang yang membayarnya untuk menjaga wanita tersebut. Tenyata Kebencian wanita terhadap sang body guard menimbulkan benih-benih cinta…. selanjutnya anda bisa tonton sendiri film ini ya 🙂

Setelah nonton film ini saya belum bisa juga tertidur, sedikit saya kepikiran tentang film yang baru saya tonton tadi. Saya Coba ambil Hikmah dari jalan cerita film itu.
Begini….

Dalam bahasa alqur’an yang sangat indah Allah berfirman dalam surat Al `Ashr (103) yang dalam bahasa indonesia artinya kurang lebih :
“Demi masa (waktu), Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran”

Maknanya adalah jika kita benar-benar memanfaatkan waktu dengan baik untuk hal yang baik juga, Insya Allah waktu bisa menjadi teman yang baik untuk kita. Tetapi jika waktu kita sia-siakan untuk hal yang sia-sia, maka waktu bisa menjadi musuh yang sangat sulit untuk kita lawan, bahkan akan menyusahkan hidup kita, disaat itulah kita sudah menjadi orang yang merugi.

Lalu bagaimana agar kita bisa memanfaatkan waktu dengan baik agar tidak sia-sia ? jawabannya adalah kita butuh Body Guard yang dengan setia melindungi dan mengawasi kita agar tidak celaka dan selamat sampai hari akhir nanti. Tanpa kita sadari sesungguhnya sejak kita lahir kita sudah mempunyai Body Guard yang melindungi dan mengawasi kita, lebih dari pada itu Dia bukan saja menjaga tubuh kita tetapi seluruh apa yang kita miliki Dia mampu menjaga dan mengawasinya. Siapakah Dia ? Dialah Allah SWT, sang pencipta sekaligus penjaga dan pengawas seluruh isi dunia ini. Hidup dan Mati kita ada di tangan Allah SWT. Lalu bagaimana cara Allah menjaga dan mengawasi kita, sedangkan begitu banyak manusia yang ada di bumi ini ? Allah SWT mengawasi kita penuh 24 jam tanpa lengah sedikitpun, ada 3 cara yang dilakukan Allah SWT didalam melakukan pengawasan, yaitu :

1. Pengawasan secara Langsung
Dimanapun kita berada Allah selalu ada, bersembunyi didalam hutan lebatpun Allah tetap ada di dekat kita, saat kita bersama teman Allah juga ada, saat kita gembira dan sedih Allah juga ada didekat kita.
Dalam QS. Al Mujadilah ayat 7 dijelaskan bahwa :

Kemudian dalam QS. Al Qaaf ayat 16 juga di jelaskan bahwa :

2. Pengawasan Malaikat
Manusia diberi kebebasan untuk melakukan hal apapun sesuai kehendak hatinya, dimulai dari niat lalu diteruskan dengan perbuatan. Dan disinila 2 malaikat Raqib (pencatat kebaikan) dan ‘Atid (pencatan kejahatan) ditugaskan oleh Allah untuk mencatat segala perbuatan kita di dunia, seperti yang dijelaskan dalam QS. Al Qaaf ayat 17 :

Dalam QS. Al Infithhar ayat 10 juga di jelaskan bahwa :

3. Pengawasan Diri Sendiri
Apa yang ada di tubuh kita kelak akan menjadi saksi semua perbuatan yang kita lakukan didunia ini, tangan, kaki, mata dan semua akan berbicara dengan jujur di hari perhitungan setelah kita meninggal. Disini kita perlu penguasaan dan kontrol terhdap seluruh anggota tubuh kita agar kelak mereka bisa menjadi saksi yang membela dan meringankan kita. Seperti yang dijelaskan dalam QS. Yasiin ayat 65

Dalam QS. Fushshilat ayat 22 juga di jelaskan bahwa

Kesimpulannya adalah, janganlah kita terlena oleh waktu. Waktu adalah kesempatan kita untuk bisa melakukan banyak hal kebaikan, kemarin adalah sejarah, esok adalah misteri, hari ini adalah anugrah terindah yang diberikan Allah SWT karena Dia tetap membiarkan kita bisa bernafas dan menikmati waktu sampai akhir nanti.

Wallahu a’lam bish showab, mohon maaf jika ada kesalahan, semoga bermanfaat untuk kita semua , Amin ya rabbal alamin


Hitung-hitungan Zikir

April 4, 2007

Ini salah satu kejadian yang saya bilang unik bagi saya, Seperti biasa, selesai sholat Jum’at biasanya saya duduk kemudian berzikir mengingat Allah. Selesai sholat saya segera bangkit untuk pulang, tapi belum sempat berdiri saya merasa “dicuil” orang dari belakang. Saya pun menoleh, ternyata ada seorang bapak-bapak yang mengajak saya salaman. Setelah menyambut uluran tangannya, dia bertanya kepada saya , ” Tadi lagi ngapain mas ? ”
ditanya seperti itu saya sempet bingung sebentar, lalu saya jawab “saya habis sholat lalu berzikir “.
Lalu dia berkata “Zikir ???   terus kenapa jari tangannya bergerak-gerak ? ”
saya jawab ” oh itu, saya menghitung zikir saya pak dengan jari ”
Dia tanya lagi ” berapa banyak zikir yang mas ucapkan ? ”
“subhanallah 33x , Alhamdulillah 33x, Allahuakbar 33x, lailahaillallah 33x ” jawab saya
Dia berkata lagi ” jadi mas zikir mengingat allah main hitung-hitungan ya ? ”
Saya diam sejenak lalu berkata ” Ehmm …maksud saya bukannya mau perhitungan begitu pak, tapi dari kecil saya diajarkan kyai saya seperti ini, tapi kalau ingin dilebihkan zikirnya itu lebih baik pak ”
Lalu dia bilang lagi ” Allah saja memberi segala yang dia punya tidak main hitung-hitungngan, karena allah itu maha kaya, maha memberi dan maha segala2 nya, jadi seharusnya kalau berzikir kita jangan main hitung-hitungan begitu ”
Karena penasaran, saya tanya ” Lalu bagaimana seharusnya kita bezkikir pak? ”
“Berzikirlah kamu kepada Allah dengan ikhlas, jangan main hitung-hitungan, kalau mampunya sedikit ya sedikit saja, jangan dipaksakan harus sekian puluh, sekian ratus, kalau itu dilakukan kamu termasuk orang yang terpaksa dan tidak akan pernah bisa ikhlas ” kata sang bapak menerangkan
Lalu saya berkata “Terima kasih pak, bapak sudah memberikan ilmu yang insyaallah ini bermanfaat ”
” ya, sama-sama saya duluan pulang ya mas ” lalu bapak itu berdiri tegak untuk keluar masjid , tapi tiba2 ada benda jatuh kelantai masjid, setelah saya perhatikan benda itu adalah Tasbih, dengan cepat si bapak meraih tasbih itu dan segera akan pergi. Dengan reflek saya berkata ” Pak, untuk apa tasbih itu ? ”
Seakan terkejut si bapak menjawab ” oh..ini untuk mengingat allah ” lalu sibapak segera pergi
Saya jadi berpikir, sebenarnya yang main hitung-hitungan itu saya atau si bapak itu ya ? ….

Tidak perduli siapa yang main hitung-hitungan, tapi benar apa yang di ucapkan bapak itu, bahwa dalam mengerjakan segala sesuatu kita harus ikhlas,  apapun bentuknya, zikir, sholat , bekerja dll. Jangan merasa terbebani dengan apa yang kita lakukan, jika kita bisa ikhlas maka beban itu akan hilang dengan sendirinya dan berganti dengan kebahagiaan dan kenikmatan yang insyaallah kita temukan.