Jangan Beri Kesempatan Si Negatif

May 7, 2012

Image

Kecendrungan seseorang berfikir negatif akan memberi kesan negatif pada orang tersebut. Tetapi tidak selamanya berfikir negatif itu salah. Terkadang berfikir negatif bisa menyelamatkan kita dari bahaya. Misalkan saja ada seseorang yang ingin melakukan penipuan dengan rayuan berkedok inventasi dengan untung yang besar, karena kita sudah berfikir negatif maka kita tidak menanggapinya atau tidak mempercayainya. Masih banyak contoh-contoh lainnya, namun kita harus tetap bisa menjaga jangan sampai pikiran negatif menguasai semua alam pemikirna kita, karena hal itu bisa membahayakan diri kita juga, perlu ada keseimbangan dengan lebih banyak berfikir positif, karena dengan berfikir positif kita juga bisa menghindari hal-hal yang membahayakan diri dan masa depan kita.

Salam Sukses !!!


Gebyar Beasiswa 3 Milyar PalComTech

September 29, 2010

Sebagai peraih dua kali penghargaan sebagai Lembaga Pendidikan Terbaik Tingkat Nasional pada Tahun 2007 dan 2010, PalComTech kembali meluncurkan promo terbarunya yaitu ” Gebyar Beasiswa 3 Milyar ” yang akan berlaku mulai tanggal 1 oktober 2010.
Beasiswa ini akan diberikan kepada masyarakat umum dengan tujuan meringankan beban biaya pendidikan agar bisa menikmati layanan pendidikan di PalComTech. Beasiswa ini diberikan untuk program pendidikan S1, Diploma 3 dan Program Profesional 1 Tahun. Nilai beasiswa yang diberikan mulai dari 1 Juta sampai dengan 40 juta, dan beasiswa ini berlaku hanya untuk pendaftaran siswa baru.
Untuk keterangan lebih lanjut silahkan anda menghubungi Kampus PalComTech terdekat di kota anda

Kampus PalComTech Basuki Telp. 0711-359089
Kampus PalComTech Sudirman Telp. 0711-319988
Kampus PalComTech Jambi Telp. 0741-23411
Kampus PalComTech Prabumulih Telp. 0713-321149
Kampus PalComTech Lahat Telp. 0731-322288
Kampus PalComTech Baturaja Telp. 0735-325676

http://www.palcomtech.com


Milik Siapa Ciuman Itu ?

October 14, 2009

Hari ini saya bangun tepat jam 5 pagi, sebuah sms yang membangunkan saya dan mengingatkan agar saya sholat subuh. Pagi ini memang sedikit berbeda sari pagi-pagi sebelumnya, udara lebih dingin dan cuaca agak mendung. Meskipun begitu saya tetap keluar kamar dan menjalankan aktivitas rutin pagi hari.
Sekitar jam 6 saya keluar kost untuk mencari sarapan pagi, biasanya dikota ini banyak tersedian menu sarapan pagi seperti nasi uduk, lontong, bubur, mie, dan tidak ketinggalan kue dan tempe goreng. Tapi sayang…penjual nasi yang biasa mangkal dekat kost saya tidak berjualan hari ini.
Akhirnya saya berjalan agak jauh sedikit, disamping masjid ada seorang ibu tua yang berjulan sarapan pagi.

” Masih ada nasinya bu ? ” tanya saya
” Tinggal sedikit om, tunggu ya ” wuih…saya dipanggil Om sama si ibu :p
” Berapa sebungkus bu ? ”
” 2000″ jawab si ibu

Setelah selesai saya bergegas pulang ke kost, di perjalanan saya melihat seorang laki-laki penjual tempe keliling, sepertinya dia sedang sibuk menata tumpukan tempe dan meletakkannya di atas sepeda. Tiba-tiba dari dalam rumahnya keluar seorang anak perempuan kecil berseragam sekolah dasar dan berdiri dihadapan laki-laki itu dan memandang laki-laki itu dengan senyuman manisnya, lalu dia menunjukkan jari telunjukkan kearah pipin dan hidungnya sendiri. Laki-laki itu ikut tersenyum dan menghentikan kegiatannya menata tempe, lalu dia mendekati anak kecil itu , dengan membungkukkan badannya dia mencium dengan lembut dan penuh kasih sayang kedua pipi dan hidung anak kecil itu, lalu menyalaminya.
Hemm…pemandangan yang mengharukan…sebenarnya ini hal yang lumrah dan sebelumnya saya juga pernah melihat hal yang beginian, tapi kali ini rasanya beda … dan timbul satu pertanyaan dihati saya, sebenarnya milik siapa ciuman itu ? ….


Aku berikan Pundakku…

January 20, 2009

Langit kota palembang sore itu berawan, Jembatan Ampera sebagai Permata Musi terbentang gagah menopang lajunya ribuan kendaraan yang tanpa henti menggilas tubuhnya. Didalam mobil travel duduk disamping saya seorang ibu-ibu yang mengenakan kerudung, mungkin usianya sekitar 58 th. Dari raut wajahnya jelas ia terlihat lelah.
Pukul 18.21 mobil travel berhenti di Stasiun pengisisian BBM, sayup-sayup terdengar suara adzan berkumandang, saya mengambil sebotol air minum dan menegguknya 3x…Alhamdulillah… lalu ibu disebelah saya berkata

Ibu : Puasa ya dek ?
Saya : Alhamdulillah iya bu
Ibu :Kalau dalam perjalanan jauh, puasa tidak diwajibkan
Saya : Perjalanan ini tidak berat kok bu, silahkan rotinya bu… jawab saya sambil menawarkan sebungkus roti kepadanya.
Ibu : Iya terimakasih jawab si ibu sambil tersenyum

Perjalanan tinggal 3 jam lagi, bosan rasanya saya di dalam travel ini, berkali-kali saya mencoba memejamkan mata berkali-kali juga saya gagal untuk terlelap. Sementara ibu disebelah saya terlihat mulai mengantuk, kepalanya turun naik, miring kanan miring kiri dan tiba-tiba ” Plukk…” kepalanya mendarat dan tersandar di pundak saya. Saya dalam keadaan terdesak dan bingung, lewat 15 menit si ibu ga sadar-sadar juga kalau kepalanya numpang, semakin lama pundak saya terasa pegal, apalagi jika mobil sedang menikung kearah kiri beban tubuh si ibu yang cukup gemuk semakin membuat saya terhimpit. Tidak terasa sudah 1 jam, dan kepala si ibu tidak beranjak dari pundak saya, malah si ibu tampak tambah nyaman dan lelap “Oohhh…”

Namun saat itu juga saya tersadar dan berucap ” Astagfirullah….” saya jadi teringat Ibu dirumah . Ibu mengandung saya sejak usia sepersekian detik hingga 9 bulan dalam perutnya, selama itu juga ibu saya merasakan pegal, mual, mules, berjuang antara hidup dan mati, tapi toh ia berhasil melahirkan dan membesarkan saya bersama saudara-saudara saya yang lain. Lalu kenapa hanya menopang kepala seorang ibu di pundak dalam waktu 1 jam saya tidak bisa dan mengeluh ? Akhirnya saya mebiarkan kepala si ibu bersandar di pundak saya, sampai si ibu tersadar dan melhat jam di HP nya, pukul 21.30… yah 2 jam setengah dia tertidur di pundak saya…


Berbagi Rejeki

January 14, 2009

Malam itu Kereta Limex Sriwijaya jurusan Tanjung Karang berjalan pelan tanpa semangat, tidak sabar rasanya hati saya untuk segera sampai di kampung halaman. Jam di HP saya menunjukkan pukul 05:03 pagi, perlahan kereta berhenti dan saya pun tiba disebuah stasiun kecil kampung saya. Segera saya mengambil tas dan bergegas turun sambil melangkah hati-hati melewati rintangan orang-orang yang tidur di lantai kereta.
Hembusan angin lembut pagi membuat saya merangkapkan kedua tangan didada menahan dingin, sampai diluar stasiun saya menghampiri sebuah becak dan mencoba untuk menawar…

Saya : Ke jalan asri berapa bang ?
T. Becak : 7000 jawabnya
Saya : 4000 aja bang… biasanya segitu kok , saya mencoba untuk menawar
T. Becak : Ga’ bisa, ini masih pagi…kalau siang boleh
Saya : 5000 ya
T.Becak : Ga’ bisa, kl mau murah becak itu aja… sambil tangannya menunjuk sebuah becak di pojok dinding
Saya : Ya udah, makasih bang….

Saya pun berlalu dan menghampiri becak yang disebutkan abang becak tadi sambil berfikir mengingat kata-kata si abang tadi ” …Kalau mau murah becak itu aja…” apa maksudnya ya ? saya penasaran…
Sesampainya di depan becak itu hati saya terenyuh… tampak seorang bapak tua tertidur pulas di dalam becak tersebut, saya merasa tidak tega untuk membangunkannya, tapi saya tidak ada pilihan lain, perlahan saya membangunkannya

Saya : Pak….pak…
Bapak : agak tergagap dan dia segera bangun… Ya…
Saya : narik ga’ pak ?
Bapak : oh..iya..ya.. kemana dek ?
Saya : Jalan asri pak, berapa ?
Bapak : 3000 sambil menunjukkan 3 jarinya
Saya : ??? belum lepas rasa kejut saya si bapak langsung menyuruh saya naik
Bapak : Ayo naik…kata si bapak sambil memutar becaknya

Diperjalanan saya mikir, apa bapak ini ngigau dan salah sebut harga ya….namun hati saya semakin terenyuh dan tidak tega mendegar hembusan nafas yang berat dari bapak penarik becak, belum lagi kondisi becak yang terlihat sudah tua dan mulai merapuh. Saya pun berniat turun untuk mencari becak yang lain…

Saya : Pak… saya turun sini aja pak …
Bapak : Kok turun sini, kan belum sampe
Saya : Gak apa-apa pak…
Bapak : Kenapa dek, bapak masih kuat kok jangan khawatir…jawabnya sambil terus mengayuh becaknya

Untunglah rumah saya tidak terlalu jauh dan tidak berapa lama saya sudah sampai di rumah, saya segera turun dari becak dan merogoh kantong mengeluarkan selembar uang 20.000 dan menyerahkan kepada bapak itu

Bapak : Uang pas aja dek, bapak ga ada kembalinya…
Saya : …. ya udah kembalinya buat bapak aja, saya juga lagi ga ada uang pas
Bapak : Makasih ya dek…. alhamdulillah bapak bisa bayarin SPP Cucu bapak pagi ini …
Saya : …… ???

Si bapak tua pun berlalu sambil memutar becaknya ….

Kalau rejeki memang tidak kemana-mana larinya…tapi kalau bukan rejeki sekeras apapun usaha rejeki tidak akan berpihak kepada kita….

Seandainya Tukang becak pertama menerima tawaran saya mungkin pagi ini adalah rejekinya, tapi ternyata malah si Bapak tua yang mendapat rejeki lebih…Tuhan memang maha adil…


Sabar itu berbuah manis

January 5, 2009

Delapan tahun yang lalu saya masih melihat laki-laki paruh baya itu berjalan keliling kampung sambil mendorong gerobak untuk berjualan Tekwan (salah satu makanan khas palembang). Tanpa disadari kulitnya menghitam terbakar sinar matahari, kedua kakinya terlihat lusuh dengan sandal jepit yang hampir putus. Jika dagangan Tekwan nya mulai sepi laki-laki itu pun beralih menjual Bakso. Begitu seterusnya yang dia lakukan untuk bertahan hidup demi memberi makan istri dan ke lima anaknya.

Salah satu anak laki-laki nya adalah teman bermain saya waktu kecil, saya masih ingat beberapa teman saya terkadang meledek profesi ayahnya sebagai pedagang keliling yang berganti-ganti profesi. Saya bisa membayangkan perasaannya saat mendengar ayahnya dicemooh, tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa selain diam dan tersenyum getir.

Liburan akhir tahun 2008 saya manfaatkan untuk benar-benar berlibur dan merefresh pikiran yang sempat kalut dan gundah. Sore itu badan saya terasa pegal, dan saya minta tolong kepada saudara saya untuk dicarikan tukang urut. Saudara sayapun bilang “…ada tukang urut yang Ok, kalau mau jam 5 sore ini dia dateng…” sayapun menyanggupinya.

Akhirnya tukang urut yang dijanjikan saudara saya datang. sahabat…saya tercekat melihat laki-laki yang ada dihadapan saya, ternyata dia adalah ayah dari teman saya, laki-laki paruh baya yang dulu pedagang keliling kampung. Subhanallah…Saya menyalaminya, saya masih bisa mengenal dengan jelas wajahnya, tapi mungkin dia sudah lupa dengan saya. Sambil mengurut saya kami berbincang-bincang, lalu saya bertanya dengan sangat hati-hati :

Saya : “Maaf kak, gimana ceritanya bisa menjadi tukang urut ? ”

Dia : sambil tertawa ” Ini cobaan lagi dari Tuhan, kakak sendiri sudah lupa ini cobaan yang keberapa…dan kakak tidak tahu setelah jadi tukang urut kakak mau jadi apa lagi …”

Saya : Kok gitu kak ?

Dia : Sebenarnya kakak sudah bosan dengan segala cobaan, tapi ternyata tuhan ingin menyadarkan kakak dan menunjukkan kekuasaan Nya.

Saya : Maksudnya ?

Dia : Dengan banyaknya cobaan, kakak jadi sering mengeluh…tapi kakak tidak pernah mengeluh kepada istri atau kepada orang lain, kakak hanya mengeluh kepada Tuhan…kakak selalu memohon agar diberi pekerjaan yang baik dan halal…”

Saya : Tuhan denger ga’ ?

Dia : kakak yakin Tuhan mendengar, buktinya kakak sekarang jadi tukang urut.

Saya : Letak kekuasaannya dimana ?

Dia : Suatu hari saat kakak lagi dagang keliling, ada orang yang terkena musibah, kakinya tertimpa kayu iseng-iseng kakak nawarin diri buat ngurut, eh…ternyata dalam 2 hari kakinya sembuh, dan sejak itu banyak orang yang minta di urut sama kakak , termasuk kamu dek … jawabnya sambil kami tertawa.

Keesokan harinya saya menyempatkan diri keliling kampung melihat-lihat suasana, suasana kampung yang tidak saya jumpai di kota tempat saya bekerja. Di depan sebuah lorong jalan saya sempat berhenti sebentar saat melihat sebuah bangunan rumah . Delapan tahun yang lalu rumah itu tampak reot, namun sekarang rumah iu sudah berubah menjadi rumah yang bagus, itulah rumah laki-laki pedagang keliling yang kini sudah berubah menjadi lebih baik kehidupannya… Tuhan memang selalu mendengar keluhan umatnya yang mengeluh kepadanya…

Mungkinkah selama ini kita sudah salah memilih tempat mengeluh ?


Untuk Siapa Saja…

November 21, 2008

Untuk siapa saja yang saat ini sedang dalam situasi tidak menentu dalam pekerjaan, saya mencoba berbagi dan memberi support agar teman-teman semua bisa kembali bersemangat untuk bekerja 🙂

1.Tetap Semangat
Hal yang membuat kita semangat dalam bekerja karena kita mempunyai IMPIAN. Contoh kita mempunyai impian ingin punya kendaraan pribadi, ingin punya rumah, ingin menikah, ingin membahagiakan orang tua, ingin hidup lebih baik, dll. maka semua itu bisa dilakukan dengan cara bekerja agar bisa mendapat penghasilan dan bisa meraih impian tersebut. Mustahil kita bisa meraih impian tanpa bekerja (kecuali dapet rejeki nomplok).Jadi saat kita sedang Down, malas bekerja, kurang semangat , ingatlah bahwa kita mempunyai IMPIAN yang harus kita capai.

2.Hadapi Tekanan dengan Prestasi bukan dengan Keluhan
Dalam setiap pekerjaan selalu ada yang namanya tekanan. Tetapi tanpa kita sadari tekanan itulah yang akan menghasilkan prestasi buat kita. Saat ini banyak pekerja menghadapi sebuah tekanan dengan keluhan, akibat yang ditimbulkan dari keluhan itu adalah kita selalu negative thinking, malas bekerja, tidak semangat dan ujung-ujung berakhir dengan sebuah Surat Peringatan atau PHK.
Jadi saat kita berada dalam sebuah tekanan, hadapi dengan cara yang biasa-biasa saja tetapi kerjakan dengan penuh semangat dan tanggung jawab untuk menghasilkan prestasi. Setiap tekanan bernilai positif 5 dimata atasan, tetapi setiap keluhan akan bernilai negativ 25.

3.Jadikan Tugas Kantor sebagai alat metode pembelajaran
Tugas kantor akan selalu ada, dan tahukan bahwa tugas adalah sebuah ilmu baru. Banyak yang menganggap tugas sebagai beban. Pandangan Ini harus kita balik menjadi Tugas adalah ilmu baru yang harus di pelajari. Bagaimana jika tugas yang diberikan bertumpuk-tumpuk ? yang satu belum selesai udah dikasih tugas lagi ? . Ya disini sebenarnya kita sudah bisa mengambil sebuah pembelajaran baru lagi yaitu me manage waktu kerja kita dengan baik dan maksimal. Seorang atasan tentunya memahami waktu kerja yang dimiliki bawahannya, dan memberikan tugas sesuai dengan kemampuannya.
Mungkin masih ingat saat kita belajar matematika di SD, kita di beri 1 contoh soal dan kita bisa menjawabnya dengan baik, tetapi saat guru memberi soal lagi kita tidak bisa menjawabnya. Padahal sang guru hanya memodifikasi sedikit soal tersebut atau bahkan hanya mengganti angkanya saja… kita sudah kebingungan. Itu Artinya guru tidak salah justru guru menginginkan muridnya bisa lebih maju dan kreaif tidak berpaku pada satu contoh saja.
Jadi Saat kita mendapakan banyak Tugas jangan bingung dan pasrah, tetapi kerjakan saja berdasarkan pengalaman dan pengetahuan kita, jika kurang mengerti tanyakan kepada atasan yang memberi tugas atau teman yang kita anggap lebih mengerti. Dan jadikan tugas sebagai ilmu untuk bekal pengalaman.

4.Mari berdemokrasi
Setiap masalah selalu ada solusi. Bicarakan semua permasalahan dan hambatan dalam pekerjaan dengan atasan . Saya yakin atasan akan bisa mengerti dan memahami nya selagi kita terbuka dan jujur dengan hambatan yang kita alami. Yang mesti diingat atasan tidak hanya mengahadapi 1 tugas dan 1 bawahan, tetapi banyak tugas dan banyak bawahan.
Jadi jangan sungkan-sungkan untuk berdemokrasi dengan atasan kita jika itu memang di perlukan. Karena itu adalah salah satu senjata kita sebagai karyawan. Bagaimana seorang atasan bisa tau masalah kita jika kita tidak pernah bisa untuk berbicara dengan atasan kita.

Semoga bisa memberi pencerahan dan kalau ada kurang pas atau ada yang mau nambahin monggo di persilahkan, saya juga baru belajar membuat artikel motivasi 🙂