Derby Milano

May 3, 2008

Bravo AC Milan !!! Jadi ga’ sabar nunggu Duel Panas AC Milan vs Inter Milan, gemanya ngalah-ngalahin final liga champions. Di Italia sana tiket untuk stadion sansiro udah terjual 81.700 lebih, fantastis ! Laga besok memang sarat emosi dari kedua tim. Bagi Inter meraih kemenangan atas AC Milan memastikan mereka sebagai Scudeto Musim ini, sedangkan jika kalah maka mereka harus menunda pesta sampai minggu berikutnya. Lain halnya dengan AC Milan, kemenangan atas Inter Milan akan menepatkan mereka pasa posisi zona Liga Champions dengan menggeser Fiorentina yang saat ini berada di posisi 4. Selain itu juga, jika Milan gagal masuk zona liga champions, maka mereka akan mengalami kesulitan untuk merekrut pemain-pemain bintang seperti Ronaldinho, Drogba dan Sheva. Lini depan Inter Milan akan sedikit tergangu dengan absennya Zlatan Ibrahimovic, namun Inter masih mempunyai 2 striker haus gol, Crespo dan Cruz. Di kubu Milan lini belakang juga rawan dengan absennya penjaga gawang Dida dan kapten Paolo Maldini, di lini depan Ac Milan akan mengandalkan duet Kaka dan Filippo Inzhagi yang dalam pertandingan terakhir performanya terus meningkat. Dalam derby ini Inter lebih diunggulkan dengan materi pemain yang lengkap, solid dan muda, disisi lain Ac Milan masih berkutat dengan pemain tua nya. Apapun hasilnya jelas ini sangat meneggangkan.

Advertisements

Sriwijaya FC Libas Persiraja 5-0

August 18, 2007

Fantastis !! sore tadi sriwijaya berhasil melibas Persiraja Banda Aceh 5-0. Saat Pertandingan baru berjalan 1 menit gawang Persiraja kebobolan terlebih dahulu. Gol Pertama SFC dicetak oleh Lenglolo. Dibabak pertama Sriwijaya sudah unggul 4-0. Masuk babak kedua sriwijaya agakmengendurkan serangan, sampai pertandingan terakhir sriwijaya FC unggul 5-0. 3 gol dicetak Lenglolo dan 2 gol lagioleh Obiora. dengan hasil ini Sriwijaya FC naik keperingkat 2 wilayah barat.


Hari Ini Sriwijaya FC vs Persiraja

August 18, 2007

Laga home pertama laskar sriwijaya akan dilangsungkan sore nanti pukul 15.30. Rasa optimisme menghadapi Persiraja menjadi modal utama untuk memenangkan pertendingan ini. Apalagi semangat 45 yang masih terasa di HUT RI ke 62 ini, bukan isapan jempol jika tim Sriwijaya mampu mengkandaskan Persiraja. Di pertemuan putaran pertama Sriwijaya memetik hasil 2-1 di kandang Persiraja, dan sekarang Sriwijaya bermain dikandang sendiri. Rasa kangen publik sepakbola akan segera terobati dengan kemenangan yang fantastis !!
Bravo Sriwijaya FC, Bravo Persepakbolaan Sumatera Selatan


Lini Belakang Sriwijaya Mengkhawatirkan

August 15, 2007

Menghadapi laga ke home ke tiga diputaran kedua ini, Laskar Sriwijaya (julukan sriwijaya fc) menghadapi masalah keroposnya lini belakang atau pertahanan. Cideranya Firmansyah dan Cristian Warobay sangat terasa dengan bobolnya 4 kali gawang fery di dua laga away kemarin saat menghadapai PSIS dan Persela.
Menghadapi Persiraja (sabtu 18 agustus 2007) dan PSDS (21 agustus 2007) di stadion jaka baring nanti, pelatih sriwijaya fc Rahmad Darmawan sudah mulai memprioritaskan lini belakang. dan ini menjadi perhatian khusus pelatih asal metro lampung ini. Ia menginginkan lini depan dan belakang kuat, sehingga produktivitas gol baik dan pertahanan tanpa kebobolan. Jika melihat hal ini ada kemungkinan Cek Mad (panggilan akrab wong kito) akan mencoba untuk menggunakan formasi 4-3-3.
Jangan lupa saksikan pertandingan Sriwijaya vs Persiraja hari sabtu tanggal 18 agustus 2007 jam 15.30 di stadion gelora jaka baring. Bravo Sriwijaya FC


Milan Cukur MU 3-0

May 3, 2007

AC Milan berhasil menembus final liga cahmpions eropa dan akan kembali menghadapi Liverpol . Dalam pertandingan dini hari tadi (waktu indonesia) Milan mencukur MU dengan skor 3-0. Dari dimulainya kick off babak pertama Milan terus membombardir pertahanan MU. Hingga akhirnya pada menit 11 Kaka berhasil menjebol gawang MU. lalu pada menit ke 30 giliran serdof yang menjebol gawang MU.
Masuk menit Babak II Milan sedikit mengendurkan serangan, tapi bukan bearti Milan tidak menyerang, buktinya pada menit 78 Gilardino yang baru masuk menganntikan Inzaghi berhasil mencetak gol ke 3 milan. Dengan hasil ini Milan menang dengan agregat 5-3. Dan di Final nanti kana berhadapan dengan Liverpol yang sebelumnya mengalahkan Chelsea. Ini bearti terjadi ulangan partai final liga champion musim 2005/2006. Saat itu Milan kalah dari Liverpol, akankan Milan berhasil menuntaskan dendamnya ? kita lihat saja nanti pertarungan mereka di Yunani.


Dongkrak Mental Pemain Sriwijaya FC

April 27, 2007

PALEMBANG – Menahan imbang Sriwijaya FC merupakan kebanggaan tersendiri bagi PSIS Semarang. Meski hanya menambah torehan satu angka, namun hasil tersebut benar-benar mendongrak mental para pemain Mahesa Jenar (julukan PSIS) untuk melakoni laga selanjutnya. Perlahan tapi pasti, Maman Abdurrahman mulai kembali mantap di zona Super Liga.
Lawan SFC sendiri, PSIS sebenarnya tampil sangat gemerlap. Permainan ngotot yang diturunkan Julio Lopez dan kawan-kawan sempat membuat anak-anak SFC kocar-kacir. “SFC tampil hebat, mereka hanya kurang beruntung saja melawan tim kami. Kalau melihat penampilan individu pemain, sebenarnya tim kami yang tertekan, namun anak-anak bisa keluar dari tekanan SFC. Hasil ini sangat mendongkrak mental tanding anak-anak,” tukas Ahmad Muhairiyah, asisten pelatih PSIS.
Hasil ini memang sesuai dengan apa yang diharapkan Bonggo Pribadi, head coach PSIS. Sehari sebelum laga, Bonggo menilai SFC sebagai tim yang sangat sulit untuk dikalahkan, apalagi di kandang sendiri. Ibaratnya, mencuri satu angka benar-benar hasil yang sangat luar biasa. “Satu poin tetap kami syukuri, ini merupakan modal untuk menghadapi laga selanjutnya,” pungkas Ahmad Muhairiyah seraya menambahkan, selanjutnya PSIS akan menghadapi Persitara.
Nah, terhadap strategi pelatih yang tidak menurunkan beberapa pemain yang biasa menjadi starter seperti I Komang Putra, Alfredo Figueroa, dan Modestus Setiawan, itu juga dianggapnya sebagai bagian dari strategi permainan. Dijelaskannya, seorang pemain tidak mutlak untuk terus dimainkan.
“Kita melihat situasi dan kebutuhan tim di lapangan, bukan karena melihat dia itu pemain inti atau biasa diturunkan sebagai starter saja,” ungkap Setyo Agung Nugroho, manajer teknis PSIS, yang juga mengomentari jalannya pertandingan.
Selain itu, manajemen PSIS belum memikirkan evaluasi pemain, apalagi putaran I belum usai. “Evaluasi pasti ada, tapi kalau masalah pergantian pemain kita pikirkan sambil jalan saja, soalnya kita punya waktu 3 bulan,” pungkasnya. (mg2) Sumber sumeks.co.id


Kecewa Berat

April 27, 2007

PALEMBANG – Kekecewaan kembali melanda kubu Sriwijaya FC. Saat menjamu PSIS Semarang kemarin (26/4) di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring hanya mampu bermain imbang 0-0. Hasil tersebut dianggap kurang maksimal. Padahal, Laskar Sriwijaya (julukan SFC) tampil dengan dukungan penonton, tapi apa daya spirit dan dukungan suporter Sriwijaya seakan menjadi sia-sia. Laga antara SFC versus PSIS berlangsung dalam tempo yang cukup sedang. Sejak peluit pertama dibunyikan wasit Setiyono, anak-anak SFC langsung menekan. Gebrakan yang dilakukan gelandang energik SFC, Zah Rahan Krangar pada menit ke-4, tepatnya di depan gawang Agus Murod kiper PSIS hingga sempat mengejutkan anak-anak Mahesa Jenar. Pertahanan PSIS yang cukup ketat yang dikawal Foffe Kamara, Maman Abdurrahman, dan Zoubairoe, sedikit mulai membuyar.

Namun sayang, tendangan keras Zah yang mendapat umpan terobosan dari Renato Elias, melenceng di atas mistar gawang. Padahal, mantan pemain Persekabpas tersebut tinggal berhadapan dengan kiper PSIS saja.
Tidak mau ditekan, Julio Lopez dan kawan-kawan gantian membombardir pertahanan SFC. Kerja sama Lopes dan Ebi Sukore yang masuk daerah petahanan SFC menit ke-18, juga membuat supporter SFC menahan napas. Namun tendangan jugador asal Chili tersebut juga melenceng di sisi gawang Ferry Rutinsulu. PSIS sendiri semakin merapatkan pertahanannya sejak banyaknya gempuran yang dilakukan jugador-jugador SFC seperti Obiora dan Lenglolo.
Rahmad Darmawan, pelatih SFC, melakukan kombinasi serangan. Toni Sucipto yang sebelumnya diplot sebagai pemain sayap kiri, posisinya dimajukan sedikit untuk bertindak sebagai penyerang lubang. Sempat membuat sejumlah peluang, namun pemain Timnas U-23 tersebut gagal memanfaatkannya.
Menjelang babak kedua PSIS bermain bertahan. Mereka cepat merespons setiap gebrakan yang dilakukan anak anak SFC. Sebaliknya, justru dengan hanya mengandalkan serangan balik di menit ke-52, Julio Lopez mampu melewati barisan pertahanan SFC. Lopes sempat melesakkan tendangan keras tepat ke gawang Ferry Rutinsulu.
Kiper kelahiran Palu tersebut cepat menepisnya. Bola muntahan itu tepat berada di kaki Ebi Sukore dan langsung menendang tepat ke gawang, apalagi Ferry sudah mati langkah. Untung saja Firmansyah berada tepat di atas mistar gawang, menggantikan posisi Ferry hingga mampu membuang bola dengan tandukkan kepala sehingga menjauh dari mulut gawang SFC.
Pelatih asal Metro tersebut melakukan rotasi pemain. Okba Allouchi yang kelihatan mulai terkuras staminanya, diganti Wijay menit ke-65, kemudian menit ke-77 Obiora diganti Korinus Fingkrew dan menit ke-81 Toni Sucipto diganti Benben Berlian.
Sedikit ada perubahan dengan pergantian tersebut. Tenaga yang lebih fresh dari ketiga pemain yang baru masuk tersebut, membuat gempuran Laskar Sriwijaya semakin hidup. Zah Rahan yang mendapat suport dari Benben Berlian, kembali melakukan kreasi dengan melewati 3 pemain PSIS sekaligus. Shooting kerasnya tepat mengarah ke gawang Agus Murod, namun berhasil ditepis.
“Sebagai tuan rumah, tentu saya sangat kecewa. Namun apresiasi tetap saya berikan pada anak-anak yang telah berjuang demikian keras. Saya tetap bersyukur bisa mendapat 1 poin,” tukas Rahmad Darmawan.
Demikian pula dengan apa yang dilakukan Bonggo Pribadi. Pelatih berkarakter kalem ini tetap bertahan dan hanya mengandalkan serangan balik yang cukup cepat. “Sebenarnya kami berada dibawa tekanan SFC, namun anak-anak juga tampil tidak kalah bagus dengan SFC sendiri,” tukas Ahmad Muhairiyah, asisten pelatih PSIS. (mg2) sumber : sumeks.co.id