Masih Banyak Celah Dalam Waktumu

Seorang perempuan tua terlihat duduk diatas tikar dengan posisi membelakangiku. Jarak antara aku dengannya hanya terpisah 5 langkah. Sejenak aku berdiri lekat menempel pada dinding ruang. Perlahan aku terus mengamati dan memahami setiap gerakan dan bentuk tubuhnya. Rambut yang dulu hitam mengkilat kini berubah menjadi putih dan mulai memudar, kulit yang dahulu kencang mulus kini telah mengendur dan berkerut, gerakan cepat dan sigap dahulu kini mulai melamban. Sejenak aku hanyut dalam ilusi masa lalu tentang perempuan tua ini. Alunan gending jawa dari tape elektronik di sudut meja dengan setia ikut menemani pekerjaannya.
Aku langkahkan kaki mendekati perempuan tua itu dan duduk bersila di hadapannya. Perlahan perempuan tua itu menegakkan kepalanya melihat kedatanganku, tampak jelas sekali kerutan diwajahynya semakin banyak, lalu dia berucap dengan nada bertanya “Kapan pulang ke palembang cik… ? ” sejenak aku merasa sebuah pecut menghantam relung hati terdalamku, jujur saja pertanyaan ini begitu berat untuk aku jawab dan ucapkan. Pertanyaan yang selalu di ucapkan perempuan tua itu jika aku berada didekatnya. Aku bisa merasakan bahwa itu bukanlah pertanyaan melainkan sebuah permohonan yang jika diartikan menjadi “Tinggalah lebih lama disini” , dan menemani hari-harinya yang semakin sempit.
“Insya Allah besok …”
“Naik apa ? ” tanya perempuan tua itu lagi
“Naik kereta malam jam 11, tapi sepertinya tidak tiket untuk kereta malam distasiun kota, aku harus ke Tanjung Karang untuk membeli tiket besok pagi dan antri, inikan lebaran jadi susah cari tiket, nanti sekalian aku berangkat dari sana saja”
“Bawalah Kripik Pisang dan Kopi ini sebagai oleh-oleh untuk kawan-kawan” ucapnya
Lalu aku mengambil plastik putih untuk mewadahi kripik. Satu persatu Kripik aku masukkan kedalam plastik setelah penuh aku serahkan kepada perempuan tua itu untuk di sulut dengan api agar plastik merekat. Perempuan tua itu mengambil bungkusan kripik dariku lalu berkata ” Ini belum penuh cik, masih bisa di isi lagi” Lalu ia menyelipkan kembali kripik dengan ukuran kecil, tidak sampai disitu saja ia menggoyang-goyangkan wadah plastik itu dan menyisakan tempat dalam plastik yang bisa diisi kembali dengan kripik lalu menggoyang-goyangkannya lagi sampai plastik benar-benar terisi penuh padat, setelah itu barulah perempuan tua itu menyulut ujung plastik dengan api agar merekat. Sejenak aku termenung dengan apa yang baru saja di lakukan perempuan tua itu terhadap bungkusan kripik pisangku tadi.
Aku baru bisa menyadari makna dari membungkus kripik tadi, Dalam pandanganku itu sudah penuh, tapi ternyata dalam pandangan perempuan tua itu belum dan masih bisa di isi dengan kripik lagi. Artinya adalah sering kali tanpa sadar kita merasa sudah kehilangan dan kehabaisan waktu untuk bekerja dan beraktivitas seharian, sehingga tidak ada waktu lagi untuk bisa bersama keluarga, untuk meluangkan waktu menghadap Allah, untuk beramal dan sedekah ataupun sekedar menegur teman dan tetangga. Coba selipkan satu-satu dari hal yang paling kecil, bermanfaat dan berpahala diantara kesibukan aktivitas kita sehari-hari, jika tidak bisa coba goyangkan agar bisa menyisakan tempat lagi sampai benar-benar padat dan siap untuk ditutup selama-lamanya….
sepertinya aku harus berterima kasih kepada perempuan tua itu atas pelajaran berharga yang tidak pernah aku dapatkan sebelumnya…Terimakasih Ibu….aku akan selalu luangkan waktu untuk selalu bersama Ibu walau Anakmu jauh dari ragamu…

11 Responses to Masih Banyak Celah Dalam Waktumu

  1. xvader says:

    posting bagus pak🙂

  2. Kaka says:

    luar biasa aku ambil hikmahnya ..
    http://www.asephd.co.cc

  3. Rafki RS says:

    Kisah inspiratif yang sangat menggugah Mas. Di tengah kebanyakkan anggapan sekarang ini yang mengatakan waktu seolah tidak cukup lagi 24 jam sehari.

  4. Huang says:

    Pak keripikinya mana?😀

  5. noverika says:

    hallo pak, cak nyo lancar di lahat, aku pindahan nih… mampir yah…

  6. maskoko says:

    $ Xvader
    tq🙂

    $Kaka
    Silahkan🙂

    $Rafki
    Itulah yg terjadi dengan kita mas🙂

    $ Huang
    Udah abis😀

    $Noverika
    Ok deh🙂

  7. Adek says:

    Iya nih Mas, kripik pisangnya mau nih nyobain🙂

  8. kweklina says:

    Pencerahan yang sangat indah!

    Thanks telah berbagi!

  9. maskoko says:

    $ Adek
    Udah abis duluan dek kripik pisangnya😀

    $ Kweklina
    Sama2, semoga bermanfaat ya🙂

  10. t i n i says:

    Mereka hanya butuh dikunjungi, bukan begitu pak..? Duh jadi kangen ortu nih.

  11. moncler says:

    I simply desired to thank you so much once more. I’m not certain what I would’ve sorted out without these basics contributed by you regarding that field. It had been a real traumatic dilemma for me personally, but understanding this skilled technique you dealt with it took me to jump with joy. I’m just happier for the help and then hope that you find out what an amazing job that you are getting into educating other individuals all through your web site. Probably you’ve never encountered any of us.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: