“Tanda Kutip”

Jejak kata terpatri dalam lorong jiwa
bergumul dalam waktu yang menepi
Air mata tak sanggup basahi raga
Menunggu sisa yang tersisa

Uhhh…bagai air dalam jelangga tanah
dan…kepada siapa ini harus berakhir
tapi…aku masih ingin mengalir terus
mungkin…hanya muara tempat berteduh

Cahaya kecil menyelam dalam sunyi
Bangunkan hati yang terlungkup malam
Merah wajah hempaskan waktu
Meniti air dalam gelap

Hei…apa yang terhempas di padang tandus ?
Sepotong asa yang carut marut
Biarkan saja dilekang waktu
Karena waktu akan berakhir

Jambi 1 Juni 2008 “diwaktu malam”

2 Responses to “Tanda Kutip”

  1. cipluq says:

    langakahkan saja kemana mau melangkah!

  2. maskoko says:

    $ Cipluq
    melangkah tanpa melihat hati
    menggapai seperti daun

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: