Kecewa Berat

PALEMBANG – Kekecewaan kembali melanda kubu Sriwijaya FC. Saat menjamu PSIS Semarang kemarin (26/4) di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring hanya mampu bermain imbang 0-0. Hasil tersebut dianggap kurang maksimal. Padahal, Laskar Sriwijaya (julukan SFC) tampil dengan dukungan penonton, tapi apa daya spirit dan dukungan suporter Sriwijaya seakan menjadi sia-sia. Laga antara SFC versus PSIS berlangsung dalam tempo yang cukup sedang. Sejak peluit pertama dibunyikan wasit Setiyono, anak-anak SFC langsung menekan. Gebrakan yang dilakukan gelandang energik SFC, Zah Rahan Krangar pada menit ke-4, tepatnya di depan gawang Agus Murod kiper PSIS hingga sempat mengejutkan anak-anak Mahesa Jenar. Pertahanan PSIS yang cukup ketat yang dikawal Foffe Kamara, Maman Abdurrahman, dan Zoubairoe, sedikit mulai membuyar.

Namun sayang, tendangan keras Zah yang mendapat umpan terobosan dari Renato Elias, melenceng di atas mistar gawang. Padahal, mantan pemain Persekabpas tersebut tinggal berhadapan dengan kiper PSIS saja.
Tidak mau ditekan, Julio Lopez dan kawan-kawan gantian membombardir pertahanan SFC. Kerja sama Lopes dan Ebi Sukore yang masuk daerah petahanan SFC menit ke-18, juga membuat supporter SFC menahan napas. Namun tendangan jugador asal Chili tersebut juga melenceng di sisi gawang Ferry Rutinsulu. PSIS sendiri semakin merapatkan pertahanannya sejak banyaknya gempuran yang dilakukan jugador-jugador SFC seperti Obiora dan Lenglolo.
Rahmad Darmawan, pelatih SFC, melakukan kombinasi serangan. Toni Sucipto yang sebelumnya diplot sebagai pemain sayap kiri, posisinya dimajukan sedikit untuk bertindak sebagai penyerang lubang. Sempat membuat sejumlah peluang, namun pemain Timnas U-23 tersebut gagal memanfaatkannya.
Menjelang babak kedua PSIS bermain bertahan. Mereka cepat merespons setiap gebrakan yang dilakukan anak anak SFC. Sebaliknya, justru dengan hanya mengandalkan serangan balik di menit ke-52, Julio Lopez mampu melewati barisan pertahanan SFC. Lopes sempat melesakkan tendangan keras tepat ke gawang Ferry Rutinsulu.
Kiper kelahiran Palu tersebut cepat menepisnya. Bola muntahan itu tepat berada di kaki Ebi Sukore dan langsung menendang tepat ke gawang, apalagi Ferry sudah mati langkah. Untung saja Firmansyah berada tepat di atas mistar gawang, menggantikan posisi Ferry hingga mampu membuang bola dengan tandukkan kepala sehingga menjauh dari mulut gawang SFC.
Pelatih asal Metro tersebut melakukan rotasi pemain. Okba Allouchi yang kelihatan mulai terkuras staminanya, diganti Wijay menit ke-65, kemudian menit ke-77 Obiora diganti Korinus Fingkrew dan menit ke-81 Toni Sucipto diganti Benben Berlian.
Sedikit ada perubahan dengan pergantian tersebut. Tenaga yang lebih fresh dari ketiga pemain yang baru masuk tersebut, membuat gempuran Laskar Sriwijaya semakin hidup. Zah Rahan yang mendapat suport dari Benben Berlian, kembali melakukan kreasi dengan melewati 3 pemain PSIS sekaligus. Shooting kerasnya tepat mengarah ke gawang Agus Murod, namun berhasil ditepis.
“Sebagai tuan rumah, tentu saya sangat kecewa. Namun apresiasi tetap saya berikan pada anak-anak yang telah berjuang demikian keras. Saya tetap bersyukur bisa mendapat 1 poin,” tukas Rahmad Darmawan.
Demikian pula dengan apa yang dilakukan Bonggo Pribadi. Pelatih berkarakter kalem ini tetap bertahan dan hanya mengandalkan serangan balik yang cukup cepat. “Sebenarnya kami berada dibawa tekanan SFC, namun anak-anak juga tampil tidak kalah bagus dengan SFC sendiri,” tukas Ahmad Muhairiyah, asisten pelatih PSIS. (mg2) sumber : sumeks.co.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: