Hitung-hitungan Zikir

Ini salah satu kejadian yang saya bilang unik bagi saya, Seperti biasa, selesai sholat Jum’at biasanya saya duduk kemudian berzikir mengingat Allah. Selesai sholat saya segera bangkit untuk pulang, tapi belum sempat berdiri saya merasa “dicuil” orang dari belakang. Saya pun menoleh, ternyata ada seorang bapak-bapak yang mengajak saya salaman. Setelah menyambut uluran tangannya, dia bertanya kepada saya , ” Tadi lagi ngapain mas ? ”
ditanya seperti itu saya sempet bingung sebentar, lalu saya jawab “saya habis sholat lalu berzikir “.
Lalu dia berkata “Zikir ???   terus kenapa jari tangannya bergerak-gerak ? ”
saya jawab ” oh itu, saya menghitung zikir saya pak dengan jari ”
Dia tanya lagi ” berapa banyak zikir yang mas ucapkan ? ”
“subhanallah 33x , Alhamdulillah 33x, Allahuakbar 33x, lailahaillallah 33x ” jawab saya
Dia berkata lagi ” jadi mas zikir mengingat allah main hitung-hitungan ya ? ”
Saya diam sejenak lalu berkata ” Ehmm …maksud saya bukannya mau perhitungan begitu pak, tapi dari kecil saya diajarkan kyai saya seperti ini, tapi kalau ingin dilebihkan zikirnya itu lebih baik pak ”
Lalu dia bilang lagi ” Allah saja memberi segala yang dia punya tidak main hitung-hitungngan, karena allah itu maha kaya, maha memberi dan maha segala2 nya, jadi seharusnya kalau berzikir kita jangan main hitung-hitungan begitu ”
Karena penasaran, saya tanya ” Lalu bagaimana seharusnya kita bezkikir pak? ”
“Berzikirlah kamu kepada Allah dengan ikhlas, jangan main hitung-hitungan, kalau mampunya sedikit ya sedikit saja, jangan dipaksakan harus sekian puluh, sekian ratus, kalau itu dilakukan kamu termasuk orang yang terpaksa dan tidak akan pernah bisa ikhlas ” kata sang bapak menerangkan
Lalu saya berkata “Terima kasih pak, bapak sudah memberikan ilmu yang insyaallah ini bermanfaat ”
” ya, sama-sama saya duluan pulang ya mas ” lalu bapak itu berdiri tegak untuk keluar masjid , tapi tiba2 ada benda jatuh kelantai masjid, setelah saya perhatikan benda itu adalah Tasbih, dengan cepat si bapak meraih tasbih itu dan segera akan pergi. Dengan reflek saya berkata ” Pak, untuk apa tasbih itu ? ”
Seakan terkejut si bapak menjawab ” oh..ini untuk mengingat allah ” lalu sibapak segera pergi
Saya jadi berpikir, sebenarnya yang main hitung-hitungan itu saya atau si bapak itu ya ? ….

Tidak perduli siapa yang main hitung-hitungan, tapi benar apa yang di ucapkan bapak itu, bahwa dalam mengerjakan segala sesuatu kita harus ikhlas,  apapun bentuknya, zikir, sholat , bekerja dll. Jangan merasa terbebani dengan apa yang kita lakukan, jika kita bisa ikhlas maka beban itu akan hilang dengan sendirinya dan berganti dengan kebahagiaan dan kenikmatan yang insyaallah kita temukan.

One Response to Hitung-hitungan Zikir

  1. Syifa says:

    he..he.. Lucu juga pengalaman mas koko ini, dalam itung-itungan di cerita itu kita konsen ke niatnya aja ya mas, bukan itungannya.
    Yang pasti dengan mengingat Allah kan esensinya ada di dalam kalbu kita masing-masing. Seluruh aktivitas sehari-hari pun jika itu bukan sesuatu yang haram adalah ibadah. Bekerja di kantor, memasak, mandi, makan, tidur, sholat, zikir, berdoa dan seluruhnya adalah ibadah dalam rangka mengingat Allah. Hanya saja kita seringkali terlalu sempit memandang sebuah ibadah.
    Mudah-mudahan semua langkah dan gerak kehidupan kita semua tertuju hanya kepada Allah SWT, karena Dialah satu-satunya arah hidup yang terbaik. Amiiin…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: