Delapan tahun yang lalu saya masih melihat laki-laki paruh baya itu berjalan keliling kampung sambil mendorong gerobak untuk berjualan Tekwan (salah satu makanan khas palembang). Tanpa disadari kulitnya menghitam terbakar sinar matahari, kedua kakinya terlihat lusuh dengan sandal jepit yang hampir putus. Jika dagangan Tekwan nya mulai sepi laki-laki itu pun beralih menjual Bakso. Begitu seterusnya yang dia lakukan untuk bertahan hidup demi memberi makan istri dan ke lima anaknya.
Salah satu anak laki-laki nya adalah teman bermain saya waktu kecil, saya masih ingat beberapa teman saya terkadang meledek profesi ayahnya sebagai pedagang keliling yang berganti-ganti profesi. Saya bisa membayangkan perasaannya saat mendengar ayahnya dicemooh, tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa selain diam dan tersenyum getir.
Liburan akhir tahun 2008 saya manfaatkan untuk benar-benar berlibur dan merefresh pikiran yang sempat kalut dan gundah. Sore itu badan saya terasa pegal, dan saya minta tolong kepada saudara saya untuk dicarikan tukang urut. Saudara sayapun bilang “…ada tukang urut yang Ok, kalau mau jam 5 sore ini dia dateng…” sayapun menyanggupinya.
Akhirnya tukang urut yang dijanjikan saudara saya datang. sahabat…saya tercekat melihat laki-laki yang ada dihadapan saya, ternyata dia adalah ayah dari teman saya, laki-laki paruh baya yang dulu pedagang keliling kampung. Subhanallah…Saya menyalaminya, saya masih bisa mengenal dengan jelas wajahnya, tapi mungkin dia sudah lupa dengan saya. Sambil mengurut saya kami berbincang-bincang, lalu saya bertanya dengan sangat hati-hati :
Saya : “Maaf kak, gimana ceritanya bisa menjadi tukang urut ? “
Dia : sambil tertawa ” Ini cobaan lagi dari Tuhan, kakak sendiri sudah lupa ini cobaan yang keberapa…dan kakak tidak tahu setelah jadi tukang urut kakak mau jadi apa lagi …”
Saya : Kok gitu kak ?
Dia : Sebenarnya kakak sudah bosan dengan segala cobaan, tapi ternyata tuhan ingin menyadarkan kakak dan menunjukkan kekuasaan Nya.
Saya : Maksudnya ?
Dia : Dengan banyaknya cobaan, kakak jadi sering mengeluh…tapi kakak tidak pernah mengeluh kepada istri atau kepada orang lain, kakak hanya mengeluh kepada Tuhan…kakak selalu memohon agar diberi pekerjaan yang baik dan halal…”
Saya : Tuhan denger ga’ ?
Dia : kakak yakin Tuhan mendengar, buktinya kakak sekarang jadi tukang urut.
Saya : Letak kekuasaannya dimana ?
Dia : Suatu hari saat kakak lagi dagang keliling, ada orang yang terkena musibah, kakinya tertimpa kayu iseng-iseng kakak nawarin diri buat ngurut, eh…ternyata dalam 2 hari kakinya sembuh, dan sejak itu banyak orang yang minta di urut sama kakak , termasuk kamu dek … jawabnya sambil kami tertawa.
Keesokan harinya saya menyempatkan diri keliling kampung melihat-lihat suasana, suasana kampung yang tidak saya jumpai di kota tempat saya bekerja. Di depan sebuah lorong jalan saya sempat berhenti sebentar saat melihat sebuah bangunan rumah . Delapan tahun yang lalu rumah itu tampak reot, namun sekarang rumah iu sudah berubah menjadi rumah yang bagus, itulah rumah laki-laki pedagang keliling yang kini sudah berubah menjadi lebih baik kehidupannya… Tuhan memang selalu mendengar keluhan umatnya yang mengeluh kepadanya…
Mungkinkah selama ini kita sudah salah memilih tempat mengeluh ?





January 6, 2009 at 1:00 am |
Sabar itu memang berbuah manis Pak.
Ingat saja, tidak ada yang sia-sia. Syukuri apa yang kita punya. Semakin kita bersyukur, Insya Allah semakin banyak rizki Allah
January 6, 2009 at 1:30 am |
sabar itu disayang tuhan … hehe… basbang
January 6, 2009 at 2:30 am |
yupppss…jaman makin berkembang..kita tkadang semakin egois..makin hedonis..sehingga mengadu pada kekuasaan dan materi..
btw ayahnya temen mang..koq manggil kakak…he..he
January 6, 2009 at 2:43 am |
ampe terharu mbacanya mas….. Iya bener kata pak ustadz jangan pernah mengeluh pada siapapun karena itu justru akan mendatangkan masalah baru yang kadang tak diharapkan…. Mengeluhlah Hanya kepadaNya kerena tidak seperti manuasia, Dia sangat menyukai, mencintai dan merindukan rintihan dan keluhan setiap hambaNya…
kata pak ustadz, curhatnya ke Tuhan aja, bukan ke sohib krna justru akan menjadi bumerang yang siap menyerang balik ( serem aja yaa)…:D
January 6, 2009 at 2:45 am |
Namun keluhan yang dibarengi usaha dan kerja sungguh2 tentunya
January 6, 2009 at 2:45 am |
betul mas, namun sabar itu juga tak ubahnya hal yang tidak memberi kenyamanan pada hati kita, ohya salam kenal ya
January 6, 2009 at 3:04 am |
Setelah Baca postingan mas kok, muka saya seperti di tampar sesesuatu
Ternyata apa yang saya alami belumlah seberapa dibandingkan tukang urut itu, sudah selayak saya berkeluh kesah pada Nya….
January 6, 2009 at 3:50 am |
setuju …ngga sepntasnya kita ngeluh ,grutu,apalagi sampe marah2 akan keadaan kita
aku siy cuma bersyukur ,berdoa, berusaha.walaupun kesabaran itu ada batasnya ya sepatutnya kita hanya mengadu pada-NYA,karena kelak kita akan berpulang pada-NYA juga..(^_^)
January 6, 2009 at 3:54 am |
betul sekali…
January 6, 2009 at 4:36 am |
Perjuangan yang berbuah manis…sangat menyenangkan membaca ini.
Melihat betapa seseorang selalu menekuni berbagai profesi walau cobaan datang bertubi-tubi.
January 6, 2009 at 6:16 am |
bang…………………
maafkan blue ya sampai sampai lama berkunjung kerumah abangku ini.
postingan yang blue suka banget bang.
semoga abang selalu sehat dan senantiasa bahagia.
salam hangat selalu
January 6, 2009 at 7:35 am |
Cerita yang sangat menginspirasi.
Perlu di ingat bahwa sabar itu tidak ada batasannya
January 6, 2009 at 7:43 am |
yang pasti sih, ortu sering berpesan jangan banyak mengeluh…
malu rasanya kita sudah diberi banyak oleh Allah namun masih mengeluh.
yang perlu dilakukan hanya berusaha dan berdoa…
January 6, 2009 at 8:12 am |
Memang Tuhan itu selalu ngasih “kejutan” buat umatnya. Kita tinggal bersabar aja.
)
Sabar itu subur Mas… (apa hub nya?? wekekekekeke
Salam kenal ya Bang….
January 6, 2009 at 11:46 am |
bener juga ya… apakah kita sudah tepat memilih tempat mengeluh???
January 6, 2009 at 12:35 pm |
Kunjungan Perdana
Salam dari Blogger KalSel
January 6, 2009 at 12:35 pm |
hmmm…. jadi inget monolog 1/3 akhir malam
January 6, 2009 at 7:44 pm |
? Gimana klu ada pasien wanitanya ya?…….kan bukan muhrim……klu sesama laki ya gpp……klu wanita juga di urut kayaknya buth jalan yg lrus lagi krna yang sekarang belom tepat.
January 7, 2009 at 12:47 am |
betul banget tuh mas…
sabar sabar…
sabar setiap saat
January 7, 2009 at 2:06 am |
Orang sabar disayang Tuhan ya Mas….?
Makasih dah berkunjung ke “Tuyi’s Blog”
January 7, 2009 at 2:45 am |
sabar… dan sabar…..
gmpang bilangnya yahh… tapi terkadang njalaninnya susah..
January 7, 2009 at 3:13 am |
nice posting, mudah2an kita bisa mengambil hikmahnya.
January 7, 2009 at 3:15 am |
berkeluh kesah yang baik memang hanya kepada Allah SWT
January 7, 2009 at 4:25 am |
Kalau menurut saya mengeluh ada dua. Mengeluh penyesalan dan mengeluh ketidakpuasan. Apapun tipe mengeluhnya yang penting adalah berdoa dan berusaha yang lebih lagi dan tidak hanya berhenti dengan keluh kesah semata. Jadikanlah keluh kesah sebagai momentum agar kita menjadi orang yang lebih baik lagi baik di mata sesama manusia apalagi di mata Yang Maha Kuasa.
January 7, 2009 at 8:04 am |
kalo bisa sih..terus bersyukur..liat terus sisi baik dari segala hal..karena dengan itu akan diberikan hal yang lebih manis berlipat lipat. Janganlah mengeluh.
January 7, 2009 at 9:15 am |
aku baca lagi postingan abangku yg berisi ini. blue suka banget.
salam hangat selalu
January 7, 2009 at 2:45 pm |
Yang penting berikhtiar dgn ikhlas sesuai rencana…. Hasil akhirnya kembali kepada ketentuan-Nya….
Thank’s ya sdh mampir lagi
January 7, 2009 at 5:13 pm |
Akhirnya update juga..
Met tahun baru ya Mas.. Wish you all the best Amiin
January 7, 2009 at 5:31 pm |
Iya ya. Mas Koko bener. Mungkin selama ini salah deh mengeluh kemana. Saatnya berubah haluan. . .
January 7, 2009 at 7:55 pm |
sabar memang indah ..
namun untuk menjadi sesorang yang sabar, wahh pengorbanannya cukup tinggi .. ^^
January 8, 2009 at 7:44 am |
sabar..
ada juga sabar yang berbuah penderitaan…
apakah kita cukup sabar dengan apa2 yang dilakukan oleh israel terhadap palestine??
sabar ada batas nya,…
January 8, 2009 at 10:01 pm |
Daripada ngeluh sendiri atau ngeluh ke manusia, memang lebih baik mengeluh ke Tuhan. Tapi Mas, kalau tiap datang ke Tuhan yg dibawa keluhan, datang lagi ke Tuhan yang dibawa keluhan. Berhubung datang ke Tuhannya cuma kalau ada keluhan, maka masalah akan terus datang bertubi-tubi. Kenapa? Ya supaya makin rajin datang ke Tuhan
.
Saya meyakini bahwa yang Tuhan kehendaki adalah hubungan. Perbaiki hubungan kita dengan Tuhan, maka perkara-perkara lain akan beres dengan sendirinya. Saya punya kawan lama yg datang ke saya cuma kalo butuh. Lama-lama saya sebel. Padahal saya kepengen ngobrol-ngobrol sama seperti jaman sekolah dulu, tapi yg dia mau dari saya cuma pinjam atau minta. Kecewa. Tapi saya senang dia mau datang ke saya. Setidaknya dia masih inget bahwa saya kawannya.
.
Oya salam kenal mas
January 9, 2009 at 1:16 am |
lagi, saya nangis membacanya…
terima kasih selalu diingatkan untuk sabar dan lebih sabar lagi..
January 9, 2009 at 4:02 am |
ikhlas kali ya….ikhlas menerima segala hal…ikhlas menjalani segala hal….terima kasih ceritanya….
January 9, 2009 at 7:32 am |
semoga semakin banyak orang membaca ini semakin bayak pula orang yang diingatkan aka arti kesabaran
terima kasih pencerahannya
January 9, 2009 at 8:45 am |
wah ternyta banyak hikmah yang dapat diambil
January 9, 2009 at 9:35 am |
jadi in9et kiriman email temen yan9 bilan9
“berfikirl;lah sebelum men9elUh…”
dan ituh men9ena sekali&menjadikan cambuk untukku..
January 9, 2009 at 10:10 am |
Ilmu sabar dan ikhlas tidak datang dengan instan. Harus dipelajari dah dipraktekkan. Insya Allah buah dari kesabaran dan keikhlasan adalah indah…..
January 9, 2009 at 5:36 pm |
resepnya agar bisa sabar dong bos
biar diriku bisa juga jadi tukang ur eh bisa jadi sabar
January 10, 2009 at 3:10 am |
Senang dan terinspirasi membaca cerita diatas.
Sabar memang bahan yang sangat penting di dunia ini. Sebuah linggis yang besar dan kuat, ditangan seorang nenek tua yang sabar bisa dibuat menjadi sebatang jarum untuk menjahit baju nenek. Itu cerita ayah saya dulu untuk menggambarkan pentingnya kesabaran.
Mantap!
January 10, 2009 at 5:12 am |
kadang casual cutie suka ilang kesabaran…
January 10, 2009 at 5:01 pm |
huaaa…keknya harus masih banyak belajar tentang rasa sabar ini pak
January 12, 2009 at 8:26 am |
Sabar itu susah dan sering makan waktu lama…
tapi saya salut dengan pencapaian beliau…
January 13, 2009 at 3:23 am |
setahu koe sie mank pak khotop dari dulu da sabar
January 14, 2009 at 5:48 am |
Segala sesuatu harus sabar dan ikhlas…ya mas
Mas koko , makin lama makin asiik euii ..
January 14, 2009 at 1:46 pm |
pasti mas
sabar itu berbuah manis
tapi klo terlalu sabar berbuah apa yah!!
January 14, 2009 at 3:47 pm |
Bos.. mau barter link dengan blognya sampean… kira-kira masih ada t4 gak ya?
January 21, 2009 at 4:14 am |
semengeluh mengeluhnya, memang harus kembali ke Tuhan mas…
sayangnya banyak yg nyalahin Tuhan
hehehe trus mau apa ?
February 11, 2009 at 9:53 am |
Tuhan memang tidak pernah bosan menerima keluhan …..
saya saja yang sering melupakannya.
Terimakasih mas Koko sudah mengingatkan saya.
April 17, 2009 at 1:31 am |
Ujian dan bencana didatangkan Allah untuk penghapusan dosa dan meningkatkan darjat
___________________________________________________________
Bila hati (raja diri) telah ditawan hawa nafsu, maka nafsulah yang menjadi raja. Di waktu itu akal memikirkan bagaimana mencari jalan agar kehendak nafsu itu dapat diluluskan; yang akan dilaksanakan oleh anggota lahir sebagai rakyat.
___________________________________________________________
Orang mukmin kalau dia dihina orang, dia tetap dapat menahan kemarahannya karena dia merasa memang dia adalah hamba yang hina dan tidak ada harga, patutlah dihina.
___________________________________________________________
Membangunkan insaniah manusia, hingga dapat melahirkan hamba Allah yang berilmu dan bertaqwa. Ini memerlukan kesadaran, kefahaman, keyakinan, penghayatan, latihan istiqamah, guru yang bertaqwa dan doa.
___________________________________________________________