June 27, 2008
Mungkinkah Guss Hiddink melatih Timnas Indonesia ?? melihat catatan kesuksesan pelatih berkebangsaan belanda ini saya sangat menyanjungnya, meskipun belum membawa negara yang di latihnya menjadi juara, tapi paling tidak mampu mengangkat moral dan mental bertarung pemain di lapangan hijau. Sebut saja Korea selatan yang untuk pertama kali dibawa menuju babak Semifinal Worl Cup, Australia setelah 32 tahun menunggu akhirnya mampu menembus World Cup walaupun hanya sampai 16 besar, dan terakhir yang sedang hangat-hangatnya di piala eropa, rusia berhasil dibawanya sampai perempat final setelah sekian tahun selalu gagal di kualifikasi piala eropa.
Bukan bermaksud menyepelekan kualitas pelatih dalam negri, tapi saya masih belum bisa menjawab dan menemukan bentuk kesalahan Timnas Indonesia yang selalu gagal di kualifikasi World Cup. Apakah pelatih yang tidak tepat atau pemain kita yang memang performannya selalu menurun. Timnas Indonesia sudah mencoba kolaborasi, menggunakan pelatih dalam negri, pelatih asing, bahkan menggabungkan 2 pelatih dalam negri dan asing, tapi hasilnya masih kurang memuaskan. Bukan tidak bersyukur tetapi apa salahnya kita menuntut prestasi yang lebih baik lagi mengingat sepakbola ini benar-benar menjadi olahraga paling populer di Indonesia, animo dan kerinduan bangsa untuk bisa merasakan aroma pertandingan kelas dunia masih belum bisa dirasakan, terakhir ajang piala asia menjadi ajang terbaik penampilan punggawa Timnas, setelah itu performa menurun drastis. Saat ini Timnas Indonesia dilatih oleh Benny Dollo, dari hasil uji coba jauh dari memuaskan, tapi saya berharap di akhir nanti ada hasil yang membanggakan dan memuaskan.
Kenapa Indonesia tidak mencoba mencari pelatih berkelas dan berpengalaman menangani timnas yang punya mental juara. Jika yang menjadi alasan adalah dana, saya pikir dengan mengontrak pelatih berkali-kali dengan harga murah tanpa hasil itu jauh lebih menghabiskan dana dibanding kita mengontrak 1 pelatih yang bermental juara seperti Guss Hiddink, Scolari, Zico dll. Jika PSSI mau berfikir kedepan dan lebih maju untuk mempercepat prestasi, tidak ada salahnya PSSI mengontrak Guss Hiddink, selain itu karena dia berkebangsaan Belanda, jadi ada sedikit keterikatan emosional antara Indonesia dan Belanda jika kita menengok sejarah terdahulu. Jika sudah menggunakan pelatih kelas dunia, tetapi Timnas masih juga belum memuaskan, mungkin PSSI bisa mencanangkan program seperti PRIMAVERA dahulu, untuk mencari bibit muda berkualitas, dan saya rasa cukup berhasil program Primavera di Italia dahulu.
Bravo Timnas Indonesia !!
7 Comments |
Belajar |
Permalink
Posted by maskoko
June 19, 2008
“Siap-siaplah pak, jam 5 sore agek kito jalan-jalan, gek aku tunjukin tempat wisata yang banyak ceweknya, tempat nongkrong abg jambi, dandanlah yang cakep pak ye ” kata temen saya dari balik pintu sambil nyengir kuda. “Ok deh, jangan molor ya…”. Setelah kelar semua pekerjaan, masih berseragam kantor saya segera ke kamar mandi raup, sisiran, oles-oles minyak wangi dikit, dan siap berangkat. Ehmmm…jadi penasaran dengan tempat wisata yang banyak ceweknya seperti yang dibilang temen saya, lalu kami berdua menuju kesana naik motor. Perjalanan menuju tempat itu sekitar 15 menit, melewati bandara Sultan Thoha Syafudin, lalu temen saya ngomong gini ” Mau lewat belakang atau lewat depan pak ? ” karena bingung saya tanya “Terserah kau lah, eh tapi apa bedanya ? ” sambil ketawa temen saya bilang “kalau lewat depan ado kemungkinan diminta bayar petugas, ber-2 7000, amen lewat belakang gratis kito pak “. Tanpa pikir panjang jalan terbaik adalah lewat belakang
. Tidak lama kemudian kami sampai di lokasi, tapi saya jadi heran “Lho kok banyak anak-anak kecil dan ibu-ibu disini ? kau bilang ini tempat nongkrong abg ? ” setelah saya celingukan mata saya melihat tulisan ” Kebun Binatang Taman Rimba Ria Jambi ” . ” Ahh…macam mana kau ni ? inikan kebun binatang… tak adalah abg kumpul disini…pantas saja kulihat banyak anak kecil sama bapak ibunya …” Ha..ha..ha.. temen saya malah ketawa2. Ya sudah karena sudah terlanjur akhirnya saya nikmati aja wisata sore ini dengan melihat-lihat hewan disekitar sini. Sekilas hampir mirip dengan Taman Wisata Punti Kayu di Palembang, luasnya sekitar 36 hektar ,Tapi disini lebih enak dan nyaman, semua pengunjung betul menikmati dan uniknya kita boleh memberi makan hewan-hewan disini. Seperti yang dilakukan teman saya, dia memberi makan gajah dengan tebu yang dibeli seharga 1000 rupiah, dan memang sengaja dijual oleh orang-orang disini, dan rata-rata hewan disini memang menyukai tebu. Selain menampilkan hewan, ditempat wisata ini juga ditampilkan rumah-rumah adat dari beberapa daerah di jambi, sangat apik dan masih terawat dengan baik. Tidak terasa hari semakin sore dan gelap, satu-persatu pengunjung mulai meninggalkan tempat ini, kami berdua pun segera pulang. Perjalanan pulang kami lewat pintu depan, dan sepanjang jalan ternyata masih ada tempat untuk para bikers road race yang unjuk kebolehan, kemudian masih ada juga tempat duduk dibawah pohon2 rindang nan sejuk, dan ternyata disinilah tempat anak abg ngumpul…


11 Comments |
Catatan Lepas |
Permalink
Posted by maskoko
June 12, 2008
Lagi duduk nyantai di tangga, tiba-tiba kaget aja denger suara gitar cempreng dari ruang kelas dan ga’ lama kemudian kedenger alunan suara cewek nyanyi. Sempet mikir…dikelas kok ada yang bawa gitar malah pake nyanyi segala, wah ada yang ga’ beres nih… saya segera turun dari tangga dan langsung menuju kelas itu, begitu buka pintu suara gitar dan cewek nyanyi berenti… dan siswa yang ada dikelas pada kaget juga karena tiba-tiba saya masuk, dan salah satu siswa ngomong “ada apa pak ? ” saya bilang ” siapa yang main gitar dan nyanyi-nyanyi tadi ? ” denger pertanyaan saya sesaat mereka pada diem melongo terus ada yang senyum dan ketawa, “kenapa pada ketawa … ? ” saya jadi penasaran. Lalu salah satu siswa cewek ngomong ” itu suara lagu pak ? ini nah lagunya pak ” dan siswa itu neken tombol di HP nya dan terdengarlah suara gitar dan nyanyian tadi. “Oh…ternyata lagu, ya udah jangan terlalu keras ya, ganggu kelas yang lain nanti ” dan saya segera keluar dari kelas itu, sambil mikir, lagu apa yang di setel siswa itu ya. Lalu coba tanya-tanya dengan temen dan akhirnya dapet info kalau lagu itu katanya penyanyinya udah meninggal, bla….bla…. banyak ceritanya deh. Lalu saya coba minta lagunya dengan temen…saya dengerin di komputer dan ternyata enak juga lagunya, kesannya memang cengeng tapi dalem banget nyentuh hati, sampe dirumah coba-coba nyanyiin pake gitar juga…judulnya juga ga’ tau apa, yang nyanyi gaby katanya.
G D Em Bm
Pernah ada rasa cinta
C G Am D
Antara kita kini tinggal kenangan
G D
Ingin kulupakan
Em Bm
Semua tentang dirimu
C G Am D G
Namun tak lagi kan seperti dirimu oh bintangku
Reff :
G d Em Bm
Jauh kau pergi meninggalkan diriku
C G Am D
Disini aku merindukan dirimu
G D Em Bm
Kini ku coba mencari penggantimu
C G Am D G
Namun tak lagi kan seperti dirimu oh kekasih
15 Comments |
Chord |
Permalink
Posted by maskoko
June 5, 2008
Hijau itu Sejuk
Hijau itu Nyaman
Hijau Kataku Merah kau tumpahkan !
Hijau itu Mempesona
Hijau itu Merona
Hijau Kudapat Merah kau buang !
Hijau itu Merindu
Hijau itu Menasbihkan
Hijau Kuberikan Hijau kau Terima !
11 Comments |
Catatan Lepas |
Permalink
Posted by maskoko
June 1, 2008
Jejak kata terpatri dalam lorong jiwa
bergumul dalam waktu yang menepi
Air mata tak sanggup basahi raga
Menunggu sisa yang tersisa
Uhhh…bagai air dalam jelangga tanah
dan…kepada siapa ini harus berakhir
tapi…aku masih ingin mengalir terus
mungkin…hanya muara tempat berteduh
Cahaya kecil menyelam dalam sunyi
Bangunkan hati yang terlungkup malam
Merah wajah hempaskan waktu
Meniti air dalam gelap
Hei…apa yang terhempas di padang tandus ?
Sepotong asa yang carut marut
Biarkan saja dilekang waktu
Karena waktu akan berakhir
Jambi 1 Juni 2008 “diwaktu malam”
2 Comments |
Catatan Lepas |
Permalink
Posted by maskoko